Kembali ke BlogArtikel

Mengapa Air Sumur Berlendir? Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

A
Admin UserAuthor
5 Agustus 2026
5 menit baca
Mengapa Air Sumur Berlendir? Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

"Air sumur yang terasa berlendir atau muncul lapisan licin pada tandon biasanya berkaitan dengan terbentuknya biofilm, pertumbuhan lumut, penumpukan bahan organik, atau kondisi sistem penyimpanan air yang kurang terawat. Untuk mengatasinya, penyebab utama perlu diidentifikasi terlebih dahulu karena setiap kondisi memerlukan penanganan yang berbeda."

Sebagian orang mulai menyadari adanya masalah pada air ketika menyentuh dinding tandon atau bak penampungan yang terasa licin. Ada pula yang melihat lapisan tipis menyerupai lendir pada permukaan bagian dalam tandon. Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan:

Apakah air saya tercemar?

Jawabannya tidak selalu demikian.

Permukaan yang terasa licin dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari biofilm, lumut, endapan organik, hingga kurangnya perawatan sistem penyimpanan air. Meskipun tidak selalu menunjukkan kondisi yang berbahaya, lapisan lendir merupakan tanda bahwa sistem air perlu diperiksa lebih lanjut.

Artikel ini membahas penyebab air sumur atau tandon terasa berlendir, cara mengenali sumber masalahnya, serta langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Insight: Dalam banyak kasus, yang berlendir bukan airnya, melainkan permukaan tandon atau pipa yang bersentuhan terus-menerus dengan air.

Apa yang Dimaksud dengan Air Berlendir?

Istilah air berlendir sebenarnya lebih sering mengacu pada sensasi licin yang dirasakan saat menyentuh permukaan tandon, bak penampungan, atau bagian dalam pipa. Lapisan tersebut biasanya berupa selaput tipis yang menempel pada permukaan.

Dalam ilmu kualitas air, kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan pembentukan biofilm, yaitu lapisan yang terbentuk dari kumpulan mikroorganisme dan zat yang mereka hasilkan sehingga mampu menempel kuat pada suatu permukaan yang lembap. Biofilm dapat terbentuk secara bertahap apabila kondisi lingkungan mendukung.

Penyebab Air Sumur Berlendir

Biofilm

Biofilm merupakan salah satu penyebab paling umum munculnya lapisan licin pada sistem air.

Lapisan ini dapat terbentuk di:

·      Dinding tandon.

·      Permukaan bak penampungan.

·      Pipa distribusi.

·      Keran.

·      Tangki penyimpanan.

Biofilm tidak selalu terlihat jelas, tetapi sering terasa licin saat disentuh.

Pertumbuhan Lumut

Jika cahaya matahari dapat masuk ke dalam tandon, lumut memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh. Selain membuat permukaan menjadi licin, lumut juga dapat memengaruhi kualitas penyimpanan air apabila dibiarkan dalam waktu lama.

Penumpukan Bahan Organik

Daun, debu, serangga, maupun bahan organik lain yang masuk ke dalam tandon dapat menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Dalam jangka panjang, kondisi ini mendukung terbentuknya lapisan biofilm.

Tandon yang Jarang Dibersihkan

Semakin lama tandon tidak dibersihkan, semakin besar kemungkinan endapan dan lapisan tipis menumpuk pada permukaan bagian dalam. Perawatan berkala membantu mencegah kondisi tersebut berkembang.

Sirkulasi Air yang Kurang Baik

Air yang lama tersimpan tanpa pergantian dapat meningkatkan peluang terbentuknya biofilm dan endapan pada beberapa sistem penyimpanan.

Cara Mengenali Sumber Masalah

Sebelum menentukan cara penanganan, lakukan beberapa pengamatan sederhana.

Apakah Lendir Hanya Ada di Tandon?

Jika lapisan licin hanya ditemukan pada tandon, kemungkinan penyebabnya berkaitan dengan kondisi penyimpanan air.

Apakah Permukaan Terkena Cahaya Matahari?

Tandon yang sering terkena sinar matahari lebih berisiko mengalami pertumbuhan lumut dibandingkan tandon yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.

Apakah Ada Bau yang Menyertai?

Jika lapisan licin disertai bau yang tidak biasa, kondisi sistem air perlu diperiksa lebih menyeluruh karena dapat menunjukkan adanya perubahan kualitas air.

Apakah Air Juga Berubah Warna?

Perubahan warna yang muncul bersamaan dengan lapisan lendir dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi sistem penyimpanan maupun sumber air.

Cara Mengatasi Air atau Tandon yang Berlendir

Jika permukaan tandon atau sistem air mulai terasa licin, langkah pertama bukanlah langsung menambahkan bahan kimia, melainkan mencari penyebab utamanya. Penanganan yang tepat akan lebih efektif sekaligus membantu mencegah lapisan lendir kembali terbentuk.

Bersihkan Tandon Secara Menyeluruh

Apabila lapisan licin berasal dari biofilm, lumut, atau endapan organik, pembersihan fisik merupakan langkah yang paling penting.

Saat membersihkan tandon, periksa:

·      Dinding bagian dalam.

·      Dasar tandon.

·      Saluran masuk dan keluar air.

·      Tutup tandon.

·      Sudut-sudut yang sulit dijangkau.

Pastikan seluruh endapan dan lapisan licin benar-benar terangkat, bukan hanya dibilas.

Kurangi Paparan Cahaya Matahari

Lumut membutuhkan cahaya untuk tumbuh.

Jika tandon transparan atau sering terkena sinar matahari langsung, pertumbuhan lumut dapat berlangsung lebih cepat.

Pastikan:

·      Tutup tandon selalu terpasang rapat.

·      Tidak ada celah yang memungkinkan cahaya masuk.

·      Posisi tandon terlindung dari paparan matahari langsung jika memungkinkan.

Cegah Masuknya Kotoran ke Dalam Tandon

Biofilm lebih mudah terbentuk ketika terdapat sumber nutrisi di dalam air.

Karena itu, cegah masuknya:

·      Debu.

·      Daun.

·      Serangga.

·      Hewan kecil.

·      Material organik lainnya.

Menjaga tandon tetap tertutup rapat merupakan salah satu langkah pencegahan yang paling sederhana.

Lakukan Disinfeksi Bila Diperlukan

Setelah proses pembersihan selesai, pada kondisi tertentu disinfeksi dapat dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kualitas air, terutama jika terdapat indikasi risiko kontaminasi mikrobiologis.

Namun, disinfeksi tidak menggantikan proses pembersihan fisik.

Lapisan biofilm yang masih menempel dapat mengurangi efektivitas proses disinfeksi, sehingga kedua langkah tersebut sebaiknya dipahami sebagai proses yang saling melengkapi.

Kapan Sebaiknya Tandon Dibersihkan?

Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua rumah karena kondisi setiap sistem air berbeda.

Namun, pemeriksaan dan pembersihan perlu dipertimbangkan apabila:

·      Permukaan tandon mulai terasa licin.

·      Muncul lumut.

·      Terlihat endapan pada dasar tandon.

·      Air berubah bau atau warna.

·      Tandon lama tidak pernah dibersihkan.

·      Setelah terjadi banjir atau masuknya kotoran ke dalam tandon.

Pemeriksaan berkala membantu mencegah penumpukan biofilm dan menjaga kualitas sistem penyimpanan air.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Hanya Menguras Air Tanpa Membersihkan Dinding Tandon

Menguras air saja tidak selalu menghilangkan lapisan biofilm yang menempel pada permukaan. Pembersihan fisik tetap diperlukan.

Langsung Menambahkan Bahan Kimia

Menambahkan disinfektan tanpa membersihkan lapisan lendir terlebih dahulu belum tentu memberikan hasil yang optimal.

Membiarkan Tutup Tandon Terbuka

Tandon yang terbuka lebih mudah kemasukan debu, daun, serangga, maupun cahaya matahari yang mendukung pertumbuhan lumut.

Mengabaikan Lapisan Licin yang Tipis

Biofilm biasanya terbentuk secara bertahap. Lapisan tipis yang diabaikan dapat berkembang menjadi lebih tebal apabila tidak ditangani.



Referensi

World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.

World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water – Drinking Water.

United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.

American Water Works Association (AWWA). Water Quality and Treatment: A Handbook on Drinking Water.



Permukaan tandon yang terasa berlendir umumnya merupakan tanda bahwa sistem penyimpanan air memerlukan perhatian. Biofilm, lumut, dan penumpukan bahan organik dapat terbentuk secara bertahap tanpa disadari, terutama jika tandon jarang dibersihkan atau sering terpapar cahaya matahari.

Melakukan pembersihan secara menyeluruh, menjaga tandon tetap tertutup, mengurangi masuknya kotoran, serta melakukan pemeriksaan berkala merupakan langkah penting untuk mempertahankan kualitas sistem penyimpanan air. Apabila ditemukan perubahan yang tidak biasa atau dicurigai berkaitan dengan kualitas air, evaluasi lebih lanjut dapat membantu menentukan tindakan yang paling tepat.

Aquapress berkomitmen menyediakan informasi berbasis referensi ilmiah mengenai kualitas air, sanitasi, dan pengelolaan air rumah tangga agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kebersihan sistem air secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Topik Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pemakaian Aquapress tergantung kondisi air, disarankan pertama kali yaitu 2 tablet untuk 1 kubik (1000 liter) air. Selanjutnya untuk pemeliharaan harian cukup 1 tablet sehari.