Kembali ke BlogArtikel

Apa Itu TDS Air (Total Dissolved Solids)? Memahami Arti Angka TDS pada Kualitas Air.

A
Admin UserAuthor
6 Agustus 2026
5 menit baca
Apa Itu TDS Air (Total Dissolved Solids)? Memahami Arti Angka TDS pada Kualitas Air.

"TDS (Total Dissolved Solids) adalah ukuran jumlah zat padat terlarut di dalam air, seperti mineral, garam, dan ion. Nilai TDS membantu menggambarkan karakteristik air, tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator keamanan atau kualitas air."

Istilah TDS sering muncul pada alat ukur kualitas air maupun laporan hasil laboratorium. Banyak orang kemudian menganggap bahwa semakin rendah nilai TDS, semakin baik kualitas air.

Padahal, pemahaman tersebut belum tentu benar. TDS hanya menggambarkan jumlah zat padat yang terlarut di dalam air, bukan menunjukkan apakah air mengandung bakteri, aman digunakan, atau telah tercemar. Karena itu, TDS perlu dipahami sebagai salah satu parameter dalam evaluasi kualitas air, bukan sebagai satu-satunya acuan.

Artikel ini membahas pengertian TDS, zat apa saja yang termasuk di dalamnya, mengapa parameter ini penting, serta bagaimana membaca hasil pengukurannya dengan benar.

Insight: Dua sampel air dapat memiliki nilai TDS yang sama, tetapi memiliki komposisi zat terlarut yang berbeda. Oleh karena itu, angka TDS tidak menjelaskan jenis zat yang terkandung di dalam air.


Apa Itu TDS?

TDS merupakan singkatan dari Total Dissolved Solids, yaitu jumlah seluruh zat padat yang larut di dalam air.

Zat tersebut berada dalam bentuk ion atau molekul berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat disaring hanya dengan penyaringan biasa.

Nilai TDS umumnya dinyatakan dalam:

·      ppm (parts per million).

·      mg/L (miligram per liter).

Pada air dengan karakteristik umum, kedua satuan tersebut sering kali memiliki nilai yang hampir setara.


Apa Saja yang Termasuk TDS?

TDS dapat terdiri atas berbagai zat terlarut, antara lain:


Mineral Alami

Misalnya:

·      Kalsium.

·      Magnesium.

·      Kalium.

·      Natrium.


Garam Terlarut

Berbagai jenis garam yang secara alami terdapat di dalam air juga berkontribusi terhadap nilai TDS.


Ion Anorganik

Air dapat mengandung berbagai ion yang berasal dari kondisi geologi maupun lingkungan.


Sejumlah Senyawa Organik Terlarut

Dalam jumlah tertentu, senyawa organik yang larut juga dapat memengaruhi nilai TDS.


Mengapa TDS Penting?

TDS merupakan parameter yang sering digunakan dalam evaluasi kualitas air karena memberikan informasi mengenai karakteristik zat terlarut.


Membantu Mengevaluasi Komposisi Air

Nilai TDS memberikan gambaran mengenai banyaknya zat yang larut di dalam air.


Mendukung Pemantauan Kualitas Air

Perubahan nilai TDS dari waktu ke waktu dapat menjadi indikator adanya perubahan karakteristik air.


Digunakan pada Berbagai Sistem Air

Parameter ini digunakan pada sistem air rumah tangga, industri, laboratorium, maupun instalasi pengolahan air.


Menjadi Bagian dari Pemeriksaan Kualitas Air

TDS hampir selalu dievaluasi bersama parameter lain seperti pH, kekeruhan, dan mikrobiologi.

Common Myth

Mitos: Semakin rendah nilai TDS, semakin baik kualitas air.

Fakta: Nilai TDS hanya menunjukkan jumlah zat terlarut, bukan jenisnya. Air dengan TDS rendah belum tentu memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan air dengan TDS yang lebih tinggi.


Bagaimana Cara Mengukur TDS?

TDS umumnya diukur menggunakan TDS meter, yaitu alat yang memperkirakan jumlah zat padat terlarut berdasarkan konduktivitas listrik air.

Semakin banyak ion yang terlarut, umumnya semakin tinggi daya hantar listrik air, sehingga nilai TDS yang ditampilkan juga meningkat.

Pada analisis laboratorium, pengukuran TDS dapat dilakukan menggunakan metode yang lebih rinci sesuai standar pengujian kualitas air.

Insight: Sebagian besar TDS meter tidak mengukur zat padat terlarut secara langsung. Alat ini menghitung estimasi nilai TDS dari hasil pengukuran konduktivitas listrik menggunakan faktor konversi tertentu.


Bagaimana Cara Membaca Nilai TDS?

Nilai TDS perlu dipahami sesuai konteks sumber air dan tujuan penggunaannya.

Beberapa hal yang perlu diingat:

·      Nilai TDS yang tinggi menunjukkan lebih banyak zat terlarut di dalam air.

·      Nilai TDS yang rendah menunjukkan jumlah zat terlarut yang lebih sedikit.

·      Angka TDS tidak menjelaskan jenis zat yang terlarut.

·      Dua sampel air dengan nilai TDS yang sama belum tentu memiliki komposisi yang sama.

Oleh karena itu, hasil TDS sebaiknya dievaluasi bersama parameter lain seperti pH, kekeruhan, kesadahan, dan hasil uji mikrobiologi.


Hubungan TDS dengan Kualitas Air

TDS merupakan salah satu parameter penting, tetapi bukan penentu tunggal kualitas air.

Sebagai contoh:

·      Air dengan nilai TDS rendah tetap dapat mengandung mikroorganisme.

·      Air dengan nilai TDS lebih tinggi dapat berasal dari kandungan mineral alami.

·      Penilaian kualitas air memerlukan kombinasi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Dengan demikian, angka TDS sebaiknya digunakan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, bukan sebagai dasar untuk menyimpulkan keamanan air.


Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan TDS?

Pemeriksaan TDS dapat dipertimbangkan pada beberapa kondisi berikut.


Saat Mengevaluasi Sumber Air Baru

Misalnya setelah membuat sumur atau menggunakan sumber air baru.


Ketika Terjadi Perubahan Karakteristik Air

Perubahan rasa, munculnya endapan, atau perubahan karakteristik lain dapat menjadi alasan untuk melakukan pengukuran.


Sebagai Bagian dari Pemantauan Berkala

Membandingkan nilai TDS dari waktu ke waktu dapat membantu mendeteksi perubahan pada sumber atau sistem air.


Setelah Perubahan Sistem Pengolahan Air

Apabila dilakukan pemasangan atau perubahan sistem pengolahan air, pengukuran TDS dapat menjadi salah satu parameter evaluasi.


Kesalahan yang Sering Dilakukan

Menganggap TDS Menunjukkan Ada atau Tidaknya Bakteri

TDS hanya mengukur jumlah zat terlarut dan tidak dapat mendeteksi mikroorganisme.


Menganggap Nilai TDS Saja Sudah Cukup

Interpretasi kualitas air memerlukan berbagai parameter lain.


Tidak Mengkalibrasi Alat

TDS meter yang tidak dikalibrasi dapat memberikan hasil yang kurang akurat.


Tidak Menyimpan Riwayat Pengukuran

Data historis membantu mengidentifikasi perubahan kualitas air dari waktu ke waktu.

Expert Tip: Lakukan pengukuran TDS pada waktu yang relatif sama dan dari titik pengambilan sampel yang konsisten. Konsistensi metode pengukuran akan menghasilkan data tren yang lebih mudah dibandingkan dibandingkan hasil yang diambil secara acak.



Referensi

1. World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.

2. World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.

3. United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.

4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water – Drinking Water.

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.

6. American Public Health Association (APHA). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater.



TDS (Total Dissolved Solids) merupakan parameter yang menunjukkan jumlah zat padat terlarut di dalam air dan menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kualitas air.

Namun, angka TDS tidak dapat menjelaskan jenis zat yang terlarut maupun menentukan apakah air aman digunakan. Oleh karena itu, hasil pengukuran TDS harus dipahami bersama parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi lainnya.

Melakukan pemantauan TDS secara berkala, mendokumentasikan hasil pengukuran, serta mengombinasikannya dengan pemeriksaan kualitas air yang lebih lengkap akan membantu memahami perubahan karakteristik air dari waktu ke waktu. Pendekatan ini memberikan dasar yang lebih kuat untuk pengelolaan kualitas air rumah tangga.

Aquapress berkomitmen menyediakan informasi berbasis referensi ilmiah mengenai kualitas air, sanitasi, dan pengelolaan air rumah tangga agar masyarakat Indonesia dapat memahami setiap parameter kualitas air dan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Topik Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pemakaian Aquapress tergantung kondisi air, disarankan pertama kali yaitu 2 tablet untuk 1 kubik (1000 liter) air. Selanjutnya untuk pemeliharaan harian cukup 1 tablet sehari.