Kembali ke BlogArtikel

Apa Itu NaDCC? Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Penggunaannya dalam Disinfeksi Air.

A
Admin UserAuthor
7 Agustus 2026
5 menit baca
Apa Itu NaDCC? Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Penggunaannya dalam Disinfeksi Air.

"NaDCC (Sodium Dichloroisocyanurate) adalah senyawa berbasis klorin yang digunakan sebagai bahan disinfeksi air. Ketika dilarutkan dalam air, NaDCC melepaskan klorin aktif secara bertahap sehingga membantu mengurangi atau menonaktifkan mikroorganisme sebagai bagian dari proses pengolahan air sesuai prosedur dan dosis yang berlaku."

Dalam berbagai sistem pengolahan air, terdapat beberapa jenis senyawa berbasis klorin yang digunakan untuk proses disinfeksi.

Salah satu yang banyak digunakan adalah NaDCC atau Sodium Dichloroisocyanurate.

NaDCC tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet dan granula, sehingga praktis digunakan pada berbagai skala aplikasi, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga penanganan keadaan darurat dan program penyediaan air di berbagai wilayah.

Meskipun sering disebut sebagai "tablet klorin", NaDCC memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan beberapa senyawa klorin lainnya.

Memahami cara kerja dan fungsi NaDCC membantu pengguna menerapkan proses disinfeksi air secara lebih tepat.

Insight: NaDCC bukan sekadar bahan kimia untuk ditambahkan ke dalam air. Senyawa ini merupakan bagian dari sistem disinfeksi yang perlu digunakan sesuai prosedur, dosis, dan tujuan pengolahan agar bekerja secara efektif.


Apa Itu NaDCC?

NaDCC adalah singkatan dari Sodium Dichloroisocyanurate, yaitu senyawa berbasis klorin yang digunakan sebagai disinfektan.

Saat dilarutkan dalam air, NaDCC menghasilkan klorin aktif yang berperan dalam proses disinfeksi terhadap mikroorganisme tertentu.

Karena bentuknya yang stabil dan mudah disimpan, NaDCC digunakan dalam berbagai aplikasi pengolahan air, termasuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, respons bencana, hingga program penyediaan air bersih.

Cara Kerja NaDCC

Secara umum, proses kerja NaDCC berlangsung melalui beberapa tahapan.

Dilarutkan ke Dalam Air

Tablet atau bentuk lain dari NaDCC dilarutkan sesuai dosis yang telah ditentukan.

Melepaskan Klorin Aktif

Setelah larut, NaDCC melepaskan klorin aktif secara bertahap ke dalam air.

Proses Disinfeksi

Klorin aktif bekerja membantu mengurangi atau menonaktifkan mikroorganisme tertentu sesuai prinsip disinfeksi berbasis klorin.

Fungsi NaDCC dalam Disinfeksi Air

Beberapa fungsi utama NaDCC antara lain:

Mendukung Proses Disinfeksi

NaDCC digunakan sebagai salah satu metode untuk membantu mengurangi mikroorganisme dalam air.

Mendukung Sistem Pengolahan Air

NaDCC bekerja sebagai bagian dari rangkaian pengolahan air bersama proses lain seperti filtrasi dan penyimpanan.

Digunakan pada Berbagai Aplikasi

NaDCC dapat diterapkan pada berbagai sistem sesuai kebutuhan, prosedur, dan regulasi yang berlaku.

Keunggulan NaDCC

Dibandingkan beberapa bentuk disinfektan lain, NaDCC memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya banyak digunakan.

Bentuk Stabil

NaDCC memiliki stabilitas penyimpanan yang baik apabila disimpan sesuai petunjuk.

Praktis Digunakan

Tersedia dalam bentuk tablet maupun granula sehingga mudah didistribusikan dan diaplikasikan.

Pelepasan Klorin Bertahap

NaDCC melepaskan klorin aktif secara bertahap setelah dilarutkan, sehingga menjadi salah satu karakteristik yang membedakannya dari beberapa senyawa klorin lainnya.

Faktor yang Memengaruhi Efektivitas NaDCC

Efektivitas NaDCC sebagai bahan disinfeksi air dipengaruhi oleh beberapa faktor. Memahami faktor-faktor ini membantu memastikan proses disinfeksi berlangsung sesuai tujuan.

Kualitas Air Sebelum Disinfeksi

Air dengan tingkat kekeruhan atau kandungan bahan organik yang tinggi dapat memengaruhi efektivitas proses disinfeksi. Dalam banyak sistem, tahap filtrasi atau prapengolahan dilakukan terlebih dahulu untuk membantu meningkatkan hasil.

Dosis yang Digunakan

Jumlah NaDCC harus disesuaikan dengan volume air, kualitas air, dan tujuan penggunaannya. Penggunaan harus mengikuti petunjuk produk atau pedoman yang berlaku.

Waktu Kontak

Setelah NaDCC dilarutkan, diperlukan waktu kontak tertentu agar klorin aktif dapat bekerja secara optimal sebagai bagian dari proses disinfeksi.

Kondisi Penyimpanan Produk

NaDCC sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan serta paparan sinar matahari langsung untuk membantu menjaga stabilitas produk.

Insight: NaDCC memberikan hasil terbaik ketika digunakan sebagai bagian dari sistem pengolahan air yang menyeluruh, bukan sebagai satu-satunya langkah dalam menjaga kualitas air.

Cara Menggunakan NaDCC dengan Tepat

Penggunaan NaDCC harus selalu mengikuti petunjuk produk dan disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan air.

Periksa Kondisi Air

Apabila air terlihat sangat keruh atau mengandung banyak sedimen, lakukan prapengolahan terlebih dahulu bila diperlukan.

Ikuti Dosis yang Direkomendasikan

Gunakan jumlah NaDCC sesuai petunjuk penggunaan untuk jenis aplikasi yang dimaksud. Hindari memperkirakan dosis tanpa acuan.

Tunggu Waktu Kontak

Setelah NaDCC dilarutkan, berikan waktu kontak sesuai petunjuk agar proses disinfeksi berlangsung dengan efektif.

Simpan Produk dengan Benar

Simpan NaDCC dalam kemasan tertutup rapat di tempat yang sesuai untuk menjaga kualitas produk selama masa penyimpanan.

Expert Tip: Efektivitas disinfeksi tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan, tetapi juga pada kualitas air baku, prosedur aplikasi, serta pemeliharaan sistem penyediaan air secara keseluruhan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Menggunakan Tanpa Membaca Petunjuk

Setiap produk berbasis NaDCC dapat memiliki dosis dan prosedur penggunaan yang berbeda sesuai tujuan aplikasinya.

Mengabaikan Kondisi Air

Air yang sangat keruh sebaiknya tidak langsung didisinfeksi tanpa mempertimbangkan perlunya tahap prapengolahan.

Menyimpan Produk di Tempat Lembap

Kelembapan dapat memengaruhi kondisi produk selama penyimpanan.

Menganggap NaDCC Menggantikan Seluruh Pengolahan Air

NaDCC merupakan bagian dari proses disinfeksi dan tidak menggantikan tahapan lain seperti filtrasi, penyimpanan yang baik, serta pemantauan kualitas air.



Referensi

1. World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.

2. World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.

3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water.

4. United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.

5. American Public Health Association (APHA). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater.

6. World Health Organization. International Programme on Chemical Safety: Sodium Dichloroisocyanurate (NaDCC).

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.



NaDCC (Sodium Dichloroisocyanurate) merupakan salah satu senyawa berbasis klorin yang banyak digunakan dalam proses disinfeksi air karena mampu melepaskan klorin aktif secara bertahap setelah dilarutkan.

Karakteristik tersebut menjadikannya praktis untuk berbagai aplikasi, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sistem penyediaan air dalam kondisi tertentu.

Namun, NaDCC bukanlah pengganti seluruh proses pengolahan air. Agar hasil disinfeksi lebih efektif, penggunaannya perlu dikombinasikan dengan prapengolahan bila diperlukan, penyimpanan air yang baik, pemeliharaan sistem, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Dengan memahami prinsip kerja NaDCC dan menerapkannya sesuai petunjuk, proses pengelolaan kualitas air dapat dilakukan secara lebih tepat dan bertanggung jawab.

Aquapress berkomitmen menyediakan informasi berbasis referensi ilmiah mengenai kualitas air, sanitasi, dan pengelolaan air rumah tangga agar masyarakat Indonesia semakin memahami teknologi disinfeksi air yang aman dan sesuai dengan praktik terbaik.

Topik Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pemakaian Aquapress tergantung kondisi air, disarankan pertama kali yaitu 2 tablet untuk 1 kubik (1000 liter) air. Selanjutnya untuk pemeliharaan harian cukup 1 tablet sehari.