Kembali ke BlogArtikel

Apa Itu Filtrasi Air? Pengertian, Cara Kerja, Jenis Filter, dan Perbedaannya dengan Disinfeksi.

A
Admin UserAuthor
7 Agustus 2026
4 menit baca
Apa Itu Filtrasi Air? Pengertian, Cara Kerja, Jenis Filter, dan Perbedaannya dengan Disinfeksi.

"Filtrasi air adalah proses penyaringan yang bertujuan mengurangi partikel, sedimen, dan material tersuspensi dari dalam air menggunakan media filter tertentu. Filtrasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pengolahan air dan sering dikombinasikan dengan proses lain seperti disinfeksi untuk membantu menghasilkan kualitas air yang sesuai dengan tujuan penggunaannya."

Air dari berbagai sumber umumnya mengandung partikel tersuspensi, sedimen, maupun material lain yang memengaruhi kualitasnya. Salah satu proses yang umum digunakan untuk membantu mengurangi material tersebut adalah filtrasi air. Filtrasi menjadi tahapan penting dalam sistem pengolahan air rumah tangga, komersial, industri, hingga instalasi penyediaan air berskala besar. Meski sering dikaitkan dengan air yang lebih jernih, filtrasi memiliki fungsi yang berbeda dengan proses disinfeksi. Memahami perbedaan keduanya membantu masyarakat memilih sistem pengolahan air yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Insight: Filtrasi berfokus pada penyaringan material fisik dari dalam air. Dalam banyak sistem pengolahan, proses ini bekerja bersama tahapan lain seperti pengendapan dan disinfeksi untuk menjaga kualitas air secara menyeluruh.

Apa Itu Filtrasi Air?

Filtrasi air adalah proses penyaringan air menggunakan media tertentu untuk membantu mengurangi partikel, sedimen, dan material tersuspensi. Air dialirkan melalui media filter sehingga partikel dengan ukuran tertentu dapat tertahan sebelum air melanjutkan ke tahap berikutnya. Filtrasi digunakan pada berbagai skala sistem, mulai dari penyaring sederhana di rumah hingga instalasi pengolahan air berkapasitas besar.

Cara Kerja Filtrasi Air

Secara umum, filtrasi berlangsung melalui beberapa tahapan berikut.

Air Melewati Media Filter

Air dialirkan melalui satu atau beberapa lapisan media penyaring.

Partikel Tertahan

Material dengan ukuran tertentu tertahan di dalam media filter, sementara air terus mengalir.

Air Keluar Menuju Tahap Berikutnya

Setelah proses filtrasi, air dapat memasuki proses pengolahan lanjutan sesuai kebutuhan, seperti disinfeksi atau penyimpanan.

Jenis Media Filtrasi

Media filtrasi dipilih berdasarkan karakteristik air dan tujuan pengolahan.

Pasir Silika

Sering digunakan untuk membantu menyaring sedimen dan partikel tersuspensi.

Karbon Aktif

Digunakan untuk membantu mengurangi senyawa tertentu yang dapat memengaruhi bau, rasa, atau warna air.

Multimedia Filter

Menggabungkan beberapa jenis media penyaring untuk meningkatkan efisiensi penyaringan pada kondisi tertentu.

Membran

Digunakan pada sistem filtrasi dengan tingkat penyaringan yang lebih halus sesuai teknologi yang diterapkan.

Perbedaan Filtrasi dan Disinfeksi

Walaupun sering digunakan secara bersamaan, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Filtrasi

Berfungsi menyaring partikel, sedimen, dan material tersuspensi dari air.

Disinfeksi

Berfungsi mengurangi atau menonaktifkan mikroorganisme melalui metode fisik atau kimia.

Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Filtrasi Air

Kinerja sistem filtrasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari karakteristik air baku hingga kondisi media penyaring. Memahami faktor-faktor ini membantu menjaga proses penyaringan tetap optimal.

Kualitas Air Baku

Jumlah sedimen, tingkat kekeruhan, dan jenis partikel yang terkandung dalam air akan memengaruhi beban kerja media filter.

Jenis Media Filter

Setiap media memiliki fungsi yang berbeda. Pemilihan media perlu disesuaikan dengan karakteristik air dan tujuan pengolahan.

Laju Aliran Air

Kecepatan aliran air memengaruhi waktu kontak dengan media filtrasi. Laju aliran yang sesuai membantu meningkatkan efisiensi penyaringan.

Kondisi dan Perawatan Filter

Media filter yang telah jenuh atau kotor dapat menurunkan performa sistem sehingga memerlukan pembersihan, backwash, atau penggantian sesuai rekomendasi.

Insight: Filtrasi bekerja paling efektif ketika media filter dirawat secara berkala dan digunakan sesuai kapasitas desainnya. Perawatan yang baik membantu mempertahankan kualitas hasil penyaringan.

Cara Merawat Sistem Filtrasi Air

Perawatan rutin membantu menjaga kinerja sistem penyaringan dalam jangka panjang.

Lakukan Pembersihan Berkala

Bersihkan atau lakukan backwash pada media filter sesuai jenis sistem yang digunakan.

Ganti Media Sesuai Jadwal

Beberapa media filtrasi memiliki masa pakai tertentu dan perlu diganti agar tetap bekerja secara optimal.

Periksa Komponen Sistem

Lakukan inspeksi terhadap tabung filter, katup, sambungan, dan komponen lain untuk memastikan sistem bekerja dengan baik.

Pantau Kualitas Air

Perhatikan perubahan pada kejernihan, bau, atau parameter lain sebagai bagian dari evaluasi rutin terhadap performa sistem.

Expert Tip: Penurunan debit air atau perubahan kualitas hasil penyaringan dapat menjadi indikator bahwa sistem filtrasi memerlukan inspeksi atau perawatan. Pemeriksaan rutin lebih efektif dibandingkan menunggu hingga sistem mengalami gangguan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Tidak Pernah Membersihkan Filter

Media filter yang kotor dapat mengurangi efisiensi penyaringan dan meningkatkan hambatan aliran air.

Terlambat Mengganti Media

Media yang telah melewati masa pakainya dapat mengalami penurunan kinerja.

Menganggap Filtrasi Menghilangkan Semua Kontaminan

Filtrasi memiliki fungsi utama menyaring partikel dan material tertentu. Pada banyak sistem, proses ini perlu dikombinasikan dengan tahapan pengolahan lain seperti disinfeksi.

Mengabaikan Pemeriksaan Sistem

Komponen seperti katup, pipa, atau sambungan yang bermasalah dapat memengaruhi performa keseluruhan sistem filtrasi.



Referensi

1. World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.

2. World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.

3. United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.

4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water.

5. American Public Health Association (APHA). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater.

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.



Filtrasi air merupakan salah satu tahapan penting dalam pengolahan air yang berfungsi menyaring partikel, sedimen, dan material tersuspensi sebelum air digunakan atau diproses lebih lanjut.

Efektivitas filtrasi dipengaruhi oleh kualitas air baku, jenis media penyaring, laju aliran, serta perawatan sistem yang dilakukan secara rutin.

Dalam praktiknya, filtrasi sering dikombinasikan dengan proses lain seperti disinfeksi untuk membentuk sistem pengolahan air yang lebih komprehensif. Dengan memahami cara kerja filtrasi dan pentingnya pemeliharaan media filter, pengguna dapat menjaga performa sistem serta membantu mempertahankan kualitas air sesuai kebutuhan.

Aquapress berkomitmen menyediakan informasi berbasis referensi ilmiah mengenai kualitas air, sanitasi, dan pengelolaan air rumah tangga agar masyarakat Indonesia semakin memahami peran filtrasi sebagai bagian penting dari sistem pengolahan air yang efektif.

Topik Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pemakaian Aquapress tergantung kondisi air, disarankan pertama kali yaitu 2 tablet untuk 1 kubik (1000 liter) air. Selanjutnya untuk pemeliharaan harian cukup 1 tablet sehari.