
"Biofilm adalah lapisan tipis berlendir yang terbentuk ketika mikroorganisme menempel dan berkembang pada permukaan yang selalu lembap, seperti bagian dalam tandon, pipa, atau tangki air. Keberadaan biofilm dapat memengaruhi kualitas air dan membuat proses pembersihan menjadi lebih menantang dibandingkan menghilangkan endapan biasa."
Saat membersihkan tandon air, sebagian orang menemukan lapisan licin atau berlendir yang menempel pada dinding bagian dalam.Lapisan tersebut sering dianggap hanya sebagai lumut atau kotoran biasa.Padahal, dalam banyak kasus, lapisan tersebut dapat berupa biofilm. Biofilm merupakan fenomena yang umum ditemukan pada berbagai sistem yang selalu bersentuhan dengan air, termasuk tandon, tangki penyimpanan, pipa distribusi, hingga instalasi air bersih.Keberadaannya tidak selalu terlihat jelas dari luar, tetapi dapat memengaruhi kebersihan sistem air apabila tidak dikelola dengan baik. Artikel ini membahas apa itu biofilm, bagaimana lapisan tersebut terbentuk, mengapa penting untuk dipahami, serta langkah-langkah dasar untuk mencegahnya.
Insight: Biofilm bukan sekadar lapisan kotoran. Struktur ini terbentuk melalui proses biologis yang membuat mikroorganisme lebih mudah melekat pada permukaan dan lebih sulit dihilangkan dibandingkan partikel biasa.
Apa Itu Biofilm?
Biofilm adalah lapisan tipis yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme dan matriks pelindung yang mereka hasilkan sendiri, sehingga dapat melekat kuat pada suatu permukaan.
Biofilm dapat terbentuk pada berbagai material, seperti:
· Plastik.
· Stainless steel.
· Beton.
· Keramik.
· Permukaan logam lainnya.
Karena memiliki lapisan pelindung, biofilm tidak mudah hilang hanya dengan aliran air biasa.
Bagaimana Biofilm Terbentuk?
Pembentukan biofilm berlangsung secara bertahap.
Tahap 1 – Permukaan Menjadi Lembap
Selama terdapat air yang terus bersentuhan dengan suatu permukaan, kondisi menjadi ideal bagi mikroorganisme untuk mulai menempel.
Tahap 2 – Mikroorganisme Mulai Melekat
Mikroorganisme yang berada di dalam air dapat menempel pada permukaan tandon atau pipa.
Tahap 3 – Terbentuk Lapisan Pelindung
Setelah menempel, mikroorganisme menghasilkan zat yang membantu mereka saling melekat dan membentuk struktur pelindung.
Tahap 4 – Biofilm Berkembang
Seiring waktu, lapisan tersebut menjadi semakin tebal apabila tidak dibersihkan secara berkala.
Mengapa Biofilm Menjadi Masalah?
Biofilm dapat memberikan beberapa dampak terhadap sistem air.
Lebih Sulit Dibersihkan
Lapisan biofilm melekat lebih kuat dibandingkan endapan biasa sehingga memerlukan pembersihan fisik yang lebih menyeluruh.
Memengaruhi Kualitas Air
Keberadaan biofilm dapat memengaruhi kualitas fisik maupun mikrobiologis sistem penyimpanan air, tergantung pada kondisi dan jenis mikroorganisme yang berkembang di dalamnya.
Menjadi Tempat Melekatnya Mikroorganisme
Struktur biofilm menyediakan lingkungan yang memungkinkan berbagai mikroorganisme bertahan dan berkembang pada permukaan sistem air.
Memengaruhi Sistem Distribusi
Apabila terbentuk di dalam pipa, biofilm dapat memengaruhi kondisi seluruh sistem distribusi air, bukan hanya tandon.
Faktor yang Mempercepat Pembentukan Biofilm
Biofilm dapat terbentuk pada berbagai sistem penyimpanan dan distribusi air. Namun, beberapa kondisi membuat proses pembentukannya berlangsung lebih cepat.
Tandon Jarang Dibersihkan
Semakin lama tandon tidak dibersihkan, semakin besar peluang terbentuknya lapisan biofilm pada dinding dan dasar tandon.
Air Menggenang dalam Waktu Lama
Air yang tersimpan terlalu lama tanpa sirkulasi dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan biofilm pada permukaan yang selalu lembap.
Adanya Endapan Organik
Debu, sedimen, daun, serangga, atau material organik lain yang masuk ke dalam tandon dapat menjadi tempat awal melekatnya mikroorganisme.
Permukaan yang Selalu Basah
Biofilm membutuhkan permukaan yang lembap agar dapat berkembang. Oleh karena itu, bagian dalam tandon dan pipa menjadi lokasi yang umum untuk pembentukannya.
Perawatan Sistem Air yang Kurang
Kurangnya pemeriksaan terhadap tandon, pipa, dan komponen sistem air dapat menyebabkan biofilm berkembang tanpa disadari.
Insight: Biofilm tidak terbentuk dalam semalam. Lapisan ini berkembang secara bertahap sehingga perawatan rutin jauh lebih efektif dibandingkan menunggu hingga biofilm menjadi tebal.
Cara Mencegah Biofilm pada Tandon Air
Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko pembentukan biofilm.
Bersihkan Tandon Secara Berkala
Pembersihan fisik membantu mengangkat lapisan yang mulai terbentuk sebelum berkembang menjadi lebih tebal.
Hindari Penumpukan Endapan
Sedimen dan material organik yang dibiarkan mengendap dapat mempercepat pembentukan biofilm.
Pastikan Tandon Tertutup dengan Baik
Penutup yang rapat membantu mengurangi masuknya debu, serangga, daun, dan kontaminan dari lingkungan.
Periksa Sistem Perpipaan
Biofilm tidak hanya terbentuk di dalam tandon, tetapi juga dapat berkembang pada jaringan perpipaan.
Pantau Kualitas Air Secara Berkala
Perubahan bau, warna, atau kejernihan air dapat menjadi sinyal bahwa sistem penyimpanan perlu diperiksa.
Kapan Tandon Perlu Dibersihkan?
Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua rumah karena frekuensi pembersihan dipengaruhi oleh kondisi sumber air, kapasitas tandon, dan lingkungan sekitar.
Namun, pemeriksaan serta pembersihan dapat dipertimbangkan apabila:
· Terlihat endapan di dasar tandon.
· Muncul lapisan licin pada dinding tandon.
· Terjadi perubahan bau atau warna air.
· Air berasal dari sumber yang mengandung banyak sedimen.
· Sudah lama tidak dilakukan perawatan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Menganggap Biofilm Sama dengan Lumpur
Biofilm merupakan lapisan biologis yang melekat pada permukaan dan memiliki karakteristik berbeda dari endapan biasa.
Hanya Membersihkan Bagian Dasar Tandon
Biofilm juga dapat terbentuk pada dinding dan bagian atas tandon yang selalu lembap.
Tidak Memeriksa Pipa
Membersihkan tandon saja belum tentu cukup jika biofilm juga telah berkembang pada sistem distribusi.
Menunggu Hingga Air Berubah Bau atau Keruh
Perawatan berkala membantu mencegah penumpukan biofilm sebelum mulai memengaruhi kualitas air.
Referensi
1. World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.
2. World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.
3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water – Drinking Water.
4. United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.
6. American Water Works Association (AWWA). Water Quality and Treatment: A Handbook on Drinking Water.
Biofilm merupakan lapisan biologis yang dapat terbentuk secara alami pada tandon, pipa, dan berbagai permukaan yang selalu bersentuhan dengan air.
Berbeda dengan endapan biasa, biofilm memiliki struktur yang membuatnya lebih mudah melekat dan lebih sulit dihilangkan apabila telah berkembang.
Menjaga kebersihan tandon, mencegah penumpukan sedimen, melakukan pemeriksaan berkala, dan memperhatikan perubahan kualitas air merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko pembentukan biofilm. Dengan perawatan sistem air yang konsisten, kualitas air rumah tangga dapat dipertahankan dengan lebih baik dalam jangka panjang.
Aquapress berkomitmen menyediakan informasi berbasis referensi ilmiah mengenai kualitas air, sanitasi, dan pengelolaan air rumah tangga agar masyarakat Indonesia dapat memahami berbagai faktor yang memengaruhi kualitas air dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.