Kembali ke BlogArtikel

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Tandon Air dan Cara Menghindarinya

A
Admin UserAuthor
30 Juli 2026
6 menit baca
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Tandon Air dan Cara Menghindarinya

"Membersihkan tandon air tidak cukup hanya dengan menguras isinya. Kesalahan seperti tidak mengangkat sedimen, mengabaikan tutup tandon, atau tidak memeriksa komponen pendukung dapat membuat proses pembersihan kurang efektif. Memahami kesalahan-kesalahan ini membantu menjaga kualitas sistem penyimpanan air dalam jangka panjang"

Membersihkan tandon air merupakan salah satu bentuk perawatan rutin yang penting dilakukan di rumah. Namun dalam praktiknya, banyak orang beranggapan bahwa proses tersebut cukup dilakukan dengan menguras air, membilas bagian dalam, lalu mengisinya kembali. Padahal, kondisi di dalam tandon jauh lebih kompleks daripada sekadar air yang tersimpan di dalam sebuah tangki.

Sedimen dapat mengendap di dasar, biofilm dapat terbentuk pada permukaan dinding, debu dapat masuk melalui penutup yang kurang rapat, sementara pelampung dan saluran air juga mengalami perubahan seiring waktu. Apabila proses pembersihan dilakukan secara kurang tepat, sebagian masalah tersebut dapat tetap tertinggal meskipun tandon terlihat bersih. Kesalahan seperti ini sering tidak disadari karena dampaknya tidak langsung terlihat. Air mungkin tetap tampak jernih, aliran masih normal, dan tidak ada perubahan yang mencolok. Namun, kebersihan sistem penyimpanan air belum tentu benar-benar terjaga.

Artikel ini membahas lima kesalahan yang paling sering terjadi saat membersihkan tandon air beserta alasan mengapa kesalahan tersebut perlu dihindari. Untuk panduan langkah demi langkah pembersihan, silakan baca artikel "Cara Membersihkan Tandon Air yang Benar."



Mengapa Cara Membersihkan Tandon Sama Pentingnya dengan Frekuensinya?

Sebagian orang sudah memiliki jadwal rutin membersihkan tandon, tetapi hasilnya belum tentu optimal. Penyebabnya bukan karena terlalu jarang membersihkan, melainkan karena ada tahapan penting yang terlewat. Bayangkan seseorang mencuci piring tanpa menghilangkan sisa makanan yang menempel terlebih dahulu. Piring memang terkena air, tetapi kotorannya masih ada. Prinsip yang sama berlaku pada tandon air. Apabila sedimen, biofilm, atau kotoran lain tidak dibersihkan secara menyeluruh, proses pengurasan saja tidak cukup mengembalikan kondisi tangki. Karena itu, kualitas proses pembersihan memiliki peran yang sama pentingnya dengan seberapa sering pembersihan dilakukan.



Kesalahan #1: Hanya Menguras Air Tanpa Membersihkan Endapan

Ini merupakan kesalahan yang paling sering ditemukan. Banyak orang menganggap bahwa setelah seluruh air dikeluarkan, bagian dalam tandon otomatis menjadi bersih. Padahal, sedimen yang telah mengendap di dasar tangki tidak selalu ikut keluar bersama aliran air. Partikel-partikel halus dapat tetap menempel pada dasar maupun sudut-sudut tandon. Dalam jangka waktu lama, lapisan endapan tersebut dapat semakin tebal apabila tidak pernah diangkat secara langsung.



Mengapa Sedimen Tetap Ada?

Sedimen berasal dari berbagai sumber, misalnya:

·      Partikel mineral alami.

·      Pasir halus.

·      Debu.

·      Material organik berukuran kecil.

·      Partikel lain yang ikut terbawa bersama aliran air.

Karena beratnya lebih besar dibandingkan air, partikel tersebut perlahan mengendap di bagian dasar tangki. Proses ini berlangsung secara alami pada hampir semua sistem penyimpanan air.



Cara Menghindarinya

Saat membersihkan tandon:

·      Angkat endapan terlebih dahulu.

·      Bersihkan dasar tangki menggunakan alat yang sesuai.

·      Bilas hingga tidak ada sedimen yang tersisa.

·      Periksa kembali sudut-sudut tangki sebelum pengisian dilakukan.

Langkah sederhana ini membuat proses pembersihan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya menguras air.



Kesalahan #2: Mengabaikan Tutup Tandon

Banyak perhatian tertuju pada bagian dalam tangki, sementara tutup tandon sering tidak pernah diperiksa. Padahal, komponen ini merupakan pelindung utama yang mencegah masuknya berbagai material dari luar. Apabila tutup mengalami keretakan, tidak menutup rapat, atau bergeser dari posisinya, berbagai benda dapat masuk ke dalam tandon, antara lain:

·      Debu.

·      Daun.

·      Serangga.

·      Air hujan dari luar.

·      Material organik lainnya.

Akibatnya, tandon yang baru saja dibersihkan dapat kembali terkontaminasi dalam waktu yang relatif singkat.



Cara Menghindarinya

Setiap kali membersihkan tandon:

·      Bersihkan bagian atas dan bawah tutup.

·      Periksa apakah terdapat retakan.

·      Pastikan mekanisme penutup masih berfungsi dengan baik.

·      Pastikan tutup menempel rapat setelah proses pembersihan selesai.



Kesalahan #3: Tidak Memeriksa Komponen Pendukung

Tandon bukan hanya terdiri atas satu tangki penyimpanan. Di dalam sistem tersebut terdapat berbagai komponen lain yang bekerja bersama, seperti:

·      Pelampung.

·      Katup masuk.

·      Saluran keluar.

·      Sambungan pipa.

·      Ventilasi (pada model tertentu).

Sering kali seluruh perhatian hanya diberikan pada bagian dalam tangki, sementara komponen-komponen tersebut tidak pernah diperiksa. Padahal, endapan dapat menempel pada pelampung atau katup sehingga mengganggu kinerjanya. Sambungan pipa juga dapat mengalami kebocoran kecil yang tidak langsung terlihat ketika air masih mengisi tangki.



Cara Menghindarinya

Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan inspeksi sederhana terhadap seluruh komponen sebelum tandon kembali digunakan.

Periksa apakah:

·      Pelampung bergerak dengan lancar.

·      Katup membuka dan menutup dengan baik.

·      Tidak terdapat kebocoran pada sambungan.

·      Pipa masuk dan keluar dalam kondisi bersih.

Pemeriksaan ini membantu menemukan masalah kecil sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.



Kesalahan #4: Menggunakan Alat Pembersih yang Tidak Sesuai

Tidak semua alat pembersih aman digunakan untuk seluruh jenis tandon. Sebagian orang menggunakan sikat kawat, amplas, atau alat dengan permukaan kasar karena menganggap kotoran akan lebih cepat hilang. Padahal, cara tersebut justru dapat merusak permukaan bagian dalam tangki. Goresan-goresan kecil mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dapat menjadi tempat menempelnya sedimen maupun biofilm pada penggunaan berikutnya. Material tandon seperti polyethylene maupun fiberglass juga dapat mengalami penurunan kualitas apabila dibersihkan menggunakan alat yang terlalu abrasif.



Cara Menghindarinya

Gunakan peralatan yang sesuai dengan material tandon, misalnya:

·      Sikat berbulu lembut.

·      Spons non-abrasif.

·      Lap bersih.

·      Air bersih untuk pembilasan.

Selalu ikuti petunjuk perawatan dari produsen tandon apabila tersedia.



Kesalahan #5: Langsung Menggunakan Tandon Tanpa Pemeriksaan Akhir

Kesalahan terakhir sering terjadi karena proses pembersihan dianggap selesai setelah tangki kembali terisi air. Padahal, tahap pemeriksaan akhir memiliki peran penting untuk memastikan seluruh sistem bekerja sebagaimana mestinya.

Beberapa masalah baru justru dapat diketahui setelah air mulai mengisi tandon, misalnya:

·      Pelampung tidak menutup dengan sempurna.

·      Sambungan pipa mengalami kebocoran.

·      Tutup tidak terpasang rapat.

·      Katup tidak bekerja dengan baik.

Apabila tahap ini dilewati, masalah tersebut mungkin baru diketahui ketika sudah memengaruhi penggunaan air sehari-hari.



Cara Menghindarinya

Sebelum meninggalkan lokasi pembersihan:

·      Amati proses pengisian air.

·      Pastikan pelampung berhenti pada ketinggian yang sesuai.

·      Periksa apakah terdapat kebocoran.

·      Pastikan tutup kembali terpasang dengan benar.

·      Lihat apakah aliran air menuju rumah tetap normal.

Beberapa menit tambahan pada tahap ini dapat membantu mencegah pekerjaan ulang di kemudian hari.



Kesalahan Lain yang Sering Terlewat

Selain lima kesalahan utama di atas, terdapat beberapa hal lain yang juga sering diabaikan.



Tidak Membersihkan Area Sekitar Tandon

Bagian luar tandon dan area di sekitarnya juga perlu dijaga kebersihannya. Debu, daun kering, maupun genangan air di sekitar tangki dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran ketika tutup dibuka.



Tidak Mendokumentasikan Perawatan

Banyak pemilik rumah lupa kapan terakhir kali tandon dibersihkan. Akibatnya, jadwal pemeriksaan berikutnya hanya berdasarkan perkiraan. Mencatat tanggal pembersihan membantu membuat perawatan lebih konsisten.



Menunda Perbaikan Komponen yang Rusak

Retakan kecil pada tutup, pelampung yang mulai macet, atau sambungan yang sedikit bocor sering dianggap tidak mendesak. Padahal, perbaikan sejak dini biasanya lebih mudah dibandingkan menunggu hingga kerusakan menjadi lebih besar.


Referensi

World Health Organization (WHO). Guidelines for Drinking-water Quality, Fourth Edition, incorporating the first and second addenda.

World Health Organization (WHO). Water Safety Plan Manual.

United States Environmental Protection Agency (EPA). Private Drinking Water Wells.

United States Environmental Protection Agency (EPA). Ground Water and Drinking Water.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water – Drinking Water Systems.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kualitas air dan pemeliharaan sistem penyimpanan air.




Membersihkan tandon air merupakan bagian penting dari perawatan sistem penyimpanan air rumah tangga. Namun, hasil yang baik tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering pembersihan dilakukan, tetapi juga oleh cara melakukannya. Kesalahan seperti hanya menguras air, mengabaikan tutup tandon, tidak memeriksa pelampung, menggunakan alat yang kurang sesuai, atau melewatkan pemeriksaan akhir dapat mengurangi efektivitas seluruh proses.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan tersebut, setiap tahap perawatan dapat dilakukan secara lebih sistematis. Pemeriksaan menyeluruh, penggunaan peralatan yang tepat, serta evaluasi kondisi seluruh komponen akan membantu menjaga tandon tetap berfungsi dengan baik dan mendukung kualitas air yang digunakan sehari-hari.

Aquapress terus menyediakan informasi berbasis sains mengenai kualitas air, sanitasi, dan perawatan sistem penyimpanan air agar masyarakat Indonesia dapat menerapkan praktik pemeliharaan yang lebih tepat, aman, dan berkelanjutan.

Topik Terkait

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pemakaian Aquapress tergantung kondisi air, disarankan pertama kali yaitu 2 tablet untuk 1 kubik (1000 liter) air. Selanjutnya untuk pemeliharaan harian cukup 1 tablet sehari.